وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).


You are viewing 4 posts in the category artikel by the author Deden Mutasari Pelangi Ciderum

Kewirausahaan Sosial dalam Maqashid Syariah

Islam adalah agama yang paling sempurna dalam segala hal. Salah satu kesempurnaannya adalah dengan mengharuskan kepada umatnya agar bisa hidup mandiri dengan bekerja atau berbisnis dengan jalan yang benar. Islam tidak hanya mengajarkan untuk beribadah saja, tetapi Islam juga mengajarkan umatnya untuk mandiri dan bekerja keras salah satunya dengan berwirausaha.

Kewirausahaan adalah ilmu yang memperlajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidupnya. Unsur-unsur kewirausahaan meliputi motivasi, visi, komunikasi, optimisme, dorongan semangat dan kemampuan memanfaatkan peluang. Dalam al- Qur’an maupun hadis banyak penjelasan tentang kewirausahaan atau bisnis yang baik.

Salah satunya dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari

عَنِ المِقْدَامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ، خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ» (رَوَاهُ الْبُخَارِى)
Artinya: “Dari Miqdam RA, dari Rasul SAW bersabda: tidaklah seseorang makan makanan yang lebih baik daripada makan hasil kerjanya sendiri dan sesungguhnya Nabi Daud AS makan dari hasil buah tangan (pekerjaan) nya sendiri” (HR. Al-Bukhari).

Seperti penjelasan hadis di atas Rasulullah SAW menyatakan bahwa usaha yang paling baik adalah berbuat sesuatu atau melakukan sesuatu dengan tangannya sendiri atau dari hasil kerjanya sendiri dengan syarat dilakukan dengan baik dan jujur. Mengapa kita di anjurkan agar bisa berwirausaha? karena dengan berwirausaha kita bisa meningkatkan kemampuan yang kita miliki dan bisa berkarya tanpa henti untuk menciptakan kreatifitas dan inovasi-inovasi baru, juga bisa memanfaatkan peluang yang ada agar dapat mencapai keuntungan yang optimal. Allah SWT menyukai orang-orang yang kuat dan mau berusaha, serta mampu menciptakan kreasi baru yang lebih baik untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.

Salah seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang usaha apa yang paling baik dan Rasulullah Saw menjawab usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan jual beli yang baik. Berbicara tentang wirausaha atau bisnis erat kaintannya dengan jual beli atau perdagangan, jika berwirausaha atau berbisnis harus mempunyai etos kerja yang tinggi atau semangat yang tinggi untuk terus berusaha dan harus mempunyai jiwa wirausaha agar usahanya dapat berkembang dengan baik. Kita boleh melakukan usaha apa saja dan di mana saja namun harus sesuai dengan ilmu dan keterampilan yang dimiliki.

Terlebih lagi ketika kita sedang usaha atau berdagang kita aplikasikan nilai-nilai Islam maka itu lebih baik. Apalagi ketika kitab sedang berjualan didalam diri kita ada jiwa sosial untuk membantu orang-orang yang tidak mampu membeli produk kita maka kita harus memberinya. Dan terlebih lagi kita bisa membuka usaha sosial kegiatannya bisa dirasakan oleh masyarakat banyak dan tidak membicarakan lagi dapat keuntungan berapa saya hari ini. Akan tetapi, kita merasa puas batin ketika saudara kita mendapatkan hak sama seperti kita.

Dalam Islam, ilmu adalah bagian dari agama. Ini berarti berpegang teguhh pada ilmu sama halnya berpegang teguh dengan agama. oleh karena itu kita harus bisa berwirausaha dengan baik agar mendapat keberkahan di dunia dan di akhirat.


Hidroponik sebagai Dakwah Kehidupan

    • Hidroponik
    • Hidroponik
  • Previous
  • Next

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hidroponik yang kita tahu adalah sebagai tumbuhan sayuran yang menggunakan media air tanpa menggunakan media tanah. Namun, menggunakan media lainnya seperti Rockwoll berfungsi sebagai pengganti tanah. Sebelum menjadi sayuran hidroponik ada namanya proses Pembenihan. Pembenihan dibagi menjadi tiga bagian, ada yang namanya proses Penyemaian (kecil), Peremajaan (remaja), dan Proses Produksi (dewasa). Ketiganya ada kurun waktu yang sudah ditentukan agar hasil sebuah sayur yang berkualitas tinggi.

Dalam sistem kerja hidroponik yaitu menggunakan sirkulasi air, yang mana air selalu mengalir memutar tanpa ada mengurangi. Namun, tidak ada seorangpun yang mengambil pelajaran kehidupan dari sayuran hidroponik tersebut . Sayuran hidroponik mengajari kita bagaimana seharusnya hidup dan menjadi hamba Allah yang terbaik.

Sayuran hidroponik ada proses pembenihan, begitu pula dengan kehidupan kita ada proses pembenihan yang harus kita semai dan rawat sejak kecil. Bagaimana tidak, Allah memerintahkan kita agar beribadah kepada-Nya dengan ilmu agama. Kalau kita tidak semai sejak kecil alias malas mencari ilmu Allah, ibarat sayuran yang terlihat bagus dari jauh tapi kalau mendekat jelek karena rusak digigit ulat. Kalau kita sudah melewati posisi semaian kita maka kita akan melewati masa remaja kita dengan taat kepada Allah SWT. selalu mengikuti perintah dan menjauhi segala apa yang Allah larang. Maka ketika kita sudah dewasa (produksi) kita tinggal menikmati buah hasil Ibadah dan manisnya Iman.

Kita belajar dari sebuah Rockwoll, bagaimana rockwoll bisa menyerap air dan memberikan manfaat bagi setiap sayuran agar tetap segar dan memancarkan warna yang cerah. Seharusnya kita hidup seperti itu, kita menyerap kebaikkan sebanyak-banyaknya lalu kita amalkan agar menjadi buah manfaat yang terbaik, bukan malah kita enggan melakukan kebaikkan, itu hal yang keliru.

Kita melirik dan ambil pelajaran sebuah sirkulasi air, bagaimana dahsyatnya Allah mengajari kita agar selalu mengingat Allah dengan Dzikirnya siang dan malamnya. Mengajari kita agar tidak mengeluh, pasrah dan tawakkal seperti suara air hujan yang bergemiricik jatuh dari atas pepohonan terdengar indah dan tenang. Seharusnya kita hidup mencontoh dari sebuah sayuran hidroponik yang memiliki banyak arti dan mengajari kita tentang sebuah kehidupan. Karena ada hadits mengatakan “Apabila ditegakkan hari kiamat, sementara ditangan mu ada wadah (pot atau ada sesuatu yang bisa ditanam), maka jika kamu mampu untuk bangkit hingga kamu mampu menanam sesuatu disana, maka tanamlah!”. Dikutip dari kitab “Silsilah Ash-Shohihah: 9”.

Wallahu’alambishowab…


Ku Tersesat di Jalan yang Benar

    • Kampus STEBI

Apa jadinya jika harapanmu tidak kesampaian? Yang dulu kamu inginkan dan harapkan itu, tidak sesuai dengan harapanmu. Yang dulu kamu cita-citakan untuk masa depanmu, ternyata hilang begitu saja. Yang dulu kamu sudah mempersiapkan dan bahkan kamu sudah menggambarkannya untuk menyongsong masa depan.

Siapa sih yang tidak ingin melanjutkan pendidikannya ke universitas favorit dan terkenal, dengan segala fasilitas-fasilitasnya yang mumpuni dan gedung-gedungnya menjulang kelangit?. Semua orang pasti akan mendambakan hal itu, termasuk saya.

Iya, saya yang dulu bercita-cita dan berkeinginan masuk perguruan negeri tapi tidak sesuai dengan kenyataanya.

Bukankah itu semua sangat kecewa? Ya, sangat kecewa sekali bila kita jauh dengan Allah yang Maha Segalanya. Tapi tidak untuk orang-orang yang percaya kepada Allah, mereka tidak sedikitpun kecewa pada-Nya. Saya jadi teringat potongan firman Allah SWT. Q.S Al-Baqarah ayat 216. ....و عس ان تكر هوا شيا و هو خير لكم، و عس ان تحبوا شيا و هو شر لكم. والله يعلم و انتم لا تعلمون... Artinya "Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." Dengan ayat ini hati saya merasa tersentuh dan terasa didekapannya. Begitu luar biasanya ayat ini memberikan sinergi kebaikan kepada saya.

Yah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih bisa melanjutkan pendidikan di Kampus STEI SEBI. Kampus yang mungil ini dengan segala kekurangan fasilitasnya dibanding kampus Negeri yang mempunyai segalanya. Mungkin orang-orang juga belum tentu tahu dan terletak dimana kampus STEI SEBI ini. Namun, dengan kampus mungil inilah didalamnya terdapat orang-orang yang luar biasa. Terjalin Ukhuwah Islamiyah yang solid untuk menuju perubahan hidup yang sesungguhnya, yaitu Surganya Allah.

Hingga akhirnya saya tersadar. Bahwa, disinilah tempat seharusnya saya berada dan menimba ilmu. Bahwa disinilah tempat saya sesungguhnya berada. Belum tentu jika saya masuk perguruan lain mungkin, saya tidak bisa seperti ini. Inilah, saya 'tersesat pada jalan yang benar'. Semoga bermanfaat dan bisa ngambil hikmahnya.

Waallahu a'lam bishowab...


Yuk Mengenal Islam secara Kaffah

    • Yuk_Mengenal_Islam_secara_Kaffah.jpeg

Tak bisa dipungkiri bahwa Islam di Indonesia adalah Islam gen dari kedua orangtuanya. Sebagian besar dari kita mendapatkan hidayah Islam tanpa perjuangan. Mayoritas kita terlahir dari seorang ayah muslim dan seorang ibu muslimah juga. Hingga akhirnya secara otomatis kita terlahir sebagai anak muslim.

Terutama tempat tinggal saya disebuah kampung. Mereka enggan mencari-cari apa itu arti Islam dan apa itu arti muslim yang sesungguhnya. Mereka hanya mendapatkan arti sebuah Islam dan Muslim itu melalui pembicaraan yang entah dari mana sumbernya. Mungkin mereka merasa puas apa yang telah didapatnya. Padahal, sejatinya Islam itu sangatlah luas artinya. Islam tidak hanya membahas shalat, hukum tajwid, dan puasa saja tapi didalamnya membahas semua mencakup kehidupan manusia.

Namun, tentu saja ini adalah sebuah taqdir Allah SWT. yang patut kita syukuri. Terkadang manusia itu justru baru bisa merasakan besarnya sebuah nikmat, ketika ia meraihnya dengan penuh perjuangan dan pengorbanan. Kita bisa melirik pada sebagian saudara-saudara kita yang mendapat hidayah Islam di negara-negara kafir. Mereka menunjukkan kesungguhan untuk mempelajari Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan. Karena mereka dapat melihat bagaimana keindahan Islam yang sesungguhnya.

Sebaliknya, banyak diantara kaum muslimin yang lahir dalam keadaan Islam justru tidak merasakan Islam sebagai anugerah besar. Padahal, sejatinya tanpa Islam tak akan ada nilai sedikitpun kebaikan yang kita lakukan di sisi-sisi-Nya. Siapa yang tidak tahu kisah Abu Thalib. Paman nabi SAW. Betapa besar jasanya bagi dakwah Islam. Namun, ketika itu ia mati dalam keadaan kafir, maka hilang semualah pahalanya dan sedikitpun tidak mampu menyelamatkannya dari adzab Allah SWT.

Demikian pula banyak kaum muslimin yang tidak mampu melihat indahnya Islam. Karena mereka semua hanya berpuas diri dan memandang Islam dari kejauhan. Bahkan, tidak sedikit dari mereka merasa takut mempelajari Islam secara mendalam dan menyeluruh. Padahal Allah berfirman Q.S Al-Baqarah 208. يا ايها الزين امنوا اد خلوا في السلم كافةولاتتبعوا خطوات الشطان، انه لكم عدومبين... Artinya " Hai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (Q.S Al-Baqarah: 208)

Sehingga, Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh. Islam juga laksana buhul tali yang kuat dan tidak akan putus jika seluruh ajarannya benar-benar diterapkan. Jika seseorang menjalankan Islam secara Kaffah niscaya kita akan merasakan indahnya islam, manisnya iman, dan lezatnya ketaatan. Sehingga kita akan berusaha memegang erat ajaran agama dan tidak rela melepaskannya.

Wa'allahu a'lam bishowab

Tags: muhasabah